BAB І
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Banyak
industri otomotif yang menggunakan paduan alumunium silikon sebagai bahan baku
utama untuk proses pengecoran. Salah satunya adalah velg mobil. Berdasarkan
bahan bakunya, velg mobil terbagi menjadi dua jenis yaitu velg baja dan velg
aluminium. Paduan baja yang banyak digunakan pada velg mobil adalah logam baja
atau sering disebut juga paduan baja. Paduan ini memiliki mampu alir yang baik,
mampu las yang baik, sifat ketahanan korosi yang baik.
Velg paduan baja adalah salah satu jenis steel
yang tidak mempunyai fatique limit. Velg baja mempunyai daerah yang
dinamakan area kritis atau yang disebut juga dengan critical area dimana
area kritis itu adalah daerah terjadinya konsentrasi tegangan.
Kegagalan
didaerah flange bisa mengakibatkan kerugian dari segi materi atau non materi.
Dari segi materi biasanya bagi produsen bertambahnya biaya produksi karena velg
yang mengalami keretakan harus dilebur kembali. Dan kerugian yang lain bagi
konsumen biasanya akan menambah biayanya pada velg karena akan terjadi
kerusakan sebelum mencapai umur pakainya
dan kerugian dari segi non materi adalah timbulnya korban jiwa ketika velg
tersebut mengalami kegagalan saat sedang dioperasikan akibat masalah yang
di temukan pada velg.
1.2 Tujuan
Adapun
tujuan-tujuan yang kita cari pada proposal penelitian ini antara lain :
1. Mengetahui bahan-bahan dari pembuatan velg mobil
2. Mencari kesalahan yang biasa
terjadi pada pembuatan velg
3. Mengetahui komposisi dalam
percampuran bahan pembuatan velg
1.3 Hipotesis
1.
Velg dapat saja retak apabila bahan tidak
memenuhi data
2.
Velg forged mengandalkan metal aluminium alloy
6061 yang biasa dipakai pada tulang pesawat terbang.
BAB ІІ
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian
Velg
Velg atau rim
adalah lingkaran luar desain logam yang tepi bagian dalam dari ban sudah terpasang pada kendaraan seperti mobil.
Sebagai contoh, pada roda sepeda
di tepi lingkaran yang besar menempel pada ujung luar dari jari-jari roda yang memegang ban dan tabung.
Pelek merupakan
komponen yang vital bagi keselamatan dalam pengendaraan, sehingga harus cukup
kuat menahan beban vertikal dan beban samping, gaya pengendaraan dan
pengereman, serta berbagai gaya yang menumpunya. Pelek juga
harus seringan mungkin dan harus balance sehingga dapat berputar dengan mulus
pada kecepatan tinggi dengan rim yang dirancang dengan tepat agar dapat menahan
ban dengan kuat.
Pelek (disk
wheel) diikat dengan kuat pada baut tanam (hub bolt) yang dipasang
pada axle hub dengan mur roda. Mur roda dibuat sedemikian rupa sehingga pelek
dapat menempatkan posisinya dengan tepat dan center secara otomatis pada axle
hub saat pemasangan.
Karakteristik
- Diameter (efektif): jarak antara bekel (untuk ban), yang diukur pada bidang rim dan melalui sumbu pusat yang sedang atau akan dipasang, atau yang merupakan bagian integral dengan tepi.
- Lebar (efektif): pemisahan jarak antara tepi flensa.
- Tipe: Tergantung pada jenis kendaraan dan ban. Ada berbagai rim (velg), serta jumlah komponen rim.
Produksi
Standar stel roda baja dibuat dari pelat logam
persegi panjang. Pelat logam dilengkungkan untuk menghasilkan silinder dua
lengan dengan tepi bebas lengan dilas bersama-sama. Setidaknya satu silinder
berputar siklus operasi dilakukan untuk mendapatkan ketebalan tertentu.
Untuk mendukung struktur tepi silinder, disc dibuat
dari pelat logam. Median permukaan luar dari roda disk memiliki silinder
geometri untuk pas di rim. Pinggirnya dan roda disk dirakit dengan memasang
bersama di bawah kursi luar rim dan dilas bersama-sama.
BAB III
BAHAN DAN
METODE
3.1 Bahan
dan metode
a. ALUMINIUM (Al)
Aluminium (atau aluminum,alumunium,almunium,alminium)
ialah unsur kimia. Lambang aluminium ialah Al, dan nomor atomnya 13.
Aluminium ialah logam paling berlimpah.
b. BESI (Fe)
Besi adalah logam yang
berasal dari bijih besi (tambang) yang banyak digunakan untuk kehidupan manusia
sehari-hari dari yang bermanfaat sampai dengan yang merusakkan.
c. SILIKON
(Si)
Silikon adalah
suatu unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki
lambang Si dan nomor atom 14.
Metode
Pembuatan
Casting ( Pengecoran )
Pengecorang
merupakan unit yang paling signifikan funsinya di perusahaan.Karena diketahui
semua produksi mengambil alur mula dari pongecoran. Pembahasanberikut akan di
khususkan poada produk Velg Recing sepeda motor , didasarkan bahwaproduk
tersebut menjadi focus utama perusahaan saat in
3.2 Waktu dan Tempat
Waktu
Pembuatan velg mobil tidaklah cepat proses ini membutuhkan macam-macam proses
yang tidak sedikit karna dia membutuhkan ketelitian dalam membuatnya. Contohnya
proses pembuatan ada seperti Casting (Pengecoran), Peleburan (melting), Proses
penuangan.
Dan
tempat yang dibutuhkan pada masing-masing alat haruslah ditelikan karna alat
pembuat velg mobil besar dan mudah terbentur saat mesing sedang berjalan.
3.3 Bahan Dan Alat
Pada bahan pembuatan velg mobil
proses membutuhkan bahan seperti :
·
ALUMINIUM (Al)
·
BESI (Fe)
·
SILIKON (Si)
·
TEMBAGA (Cu)
·
MAGNESIUM (Mg)
·
CHROME (Cr)
·
SENG (Zn)
·
TITANIUM (Ti)
·
TIMBAL (Pb)
Dan
pada alat saat membuat velg mobil proses membutukan alat seperti alat :
·
Mesin Forging
·
Mesin Casting