Selasa, 29 November 2016



BAB І
PENDAHULUAN

1.1       Latar Belakang

Banyak industri otomotif yang menggunakan paduan alumunium silikon sebagai bahan baku utama untuk proses pengecoran. Salah satunya adalah velg mobil. Berdasarkan bahan bakunya, velg mobil terbagi menjadi dua jenis yaitu velg baja dan velg aluminium. Paduan baja yang banyak digunakan pada velg mobil adalah logam baja atau sering disebut juga paduan baja. Paduan ini memiliki mampu alir yang baik, mampu las yang baik, sifat ketahanan korosi yang baik.

 Velg paduan baja adalah salah satu jenis steel yang tidak mempunyai fatique limit. Velg baja mempunyai daerah yang dinamakan area kritis atau yang disebut juga dengan critical area dimana area kritis itu adalah daerah terjadinya konsentrasi tegangan.
Kegagalan didaerah flange bisa mengakibatkan kerugian dari segi materi atau non materi. Dari segi materi biasanya bagi produsen bertambahnya biaya produksi karena velg yang mengalami keretakan harus dilebur kembali. Dan kerugian yang lain bagi konsumen biasanya akan menambah biayanya pada velg karena akan terjadi kerusakan sebelum mencapai umur pakainya  dan kerugian dari segi non materi adalah timbulnya korban jiwa ketika velg tersebut mengalami kegagalan saat sedang dioperasikan akibat masalah yang di temukan pada velg.



1.2       Tujuan

            Adapun tujuan-tujuan yang kita cari pada proposal penelitian ini antara lain :

1. Mengetahui bahan-bahan dari pembuatan velg mobil

2. Mencari kesalahan yang biasa terjadi pada pembuatan velg

3. Mengetahui komposisi dalam percampuran bahan pembuatan velg



1.3       Hipotesis

1.      Velg dapat saja retak apabila bahan tidak memenuhi data
2.      Velg forged mengandalkan metal aluminium alloy 6061 yang biasa dipakai pada tulang pesawat terbang.

















BAB ІІ
PEMBAHASAN

2.1       Pengertian Velg
            Velg atau rim adalah lingkaran luar desain logam yang tepi bagian dalam dari ban sudah terpasang pada kendaraan seperti mobil. Sebagai contoh, pada roda sepeda di tepi lingkaran yang besar menempel pada ujung luar dari jari-jari roda yang memegang ban dan tabung.
Pelek merupakan komponen yang vital bagi keselamatan dalam pengendaraan, sehingga harus cukup kuat menahan beban vertikal dan beban samping, gaya pengendaraan dan pengereman, serta berbagai gaya yang menumpunya. Pelek  juga harus seringan mungkin dan harus balance sehingga dapat berputar dengan mulus pada kecepatan tinggi dengan rim yang dirancang dengan tepat agar dapat menahan ban dengan kuat.
Pelek (disk wheel)  diikat dengan kuat pada baut tanam (hub bolt) yang dipasang pada axle hub dengan mur roda. Mur roda dibuat sedemikian rupa sehingga pelek dapat menempatkan posisinya dengan tepat dan center secara otomatis pada axle hub saat pemasangan.


Karakteristik
  • Diameter (efektif): jarak antara bekel (untuk ban), yang diukur pada bidang rim dan melalui sumbu pusat yang sedang atau akan dipasang, atau yang merupakan bagian integral dengan tepi.
  • Lebar (efektif): pemisahan jarak antara tepi flensa.
  • Tipe: Tergantung pada jenis kendaraan dan ban. Ada berbagai rim (velg), serta jumlah komponen rim.

 

Produksi

Standar stel roda baja dibuat dari pelat logam persegi panjang. Pelat logam dilengkungkan untuk menghasilkan silinder dua lengan dengan tepi bebas lengan dilas bersama-sama. Setidaknya satu silinder berputar siklus operasi dilakukan untuk mendapatkan ketebalan tertentu.
Untuk mendukung struktur tepi silinder, disc dibuat dari pelat logam. Median permukaan luar dari roda disk memiliki silinder geometri untuk pas di rim. Pinggirnya dan roda disk dirakit dengan memasang bersama di bawah kursi luar rim dan dilas bersama-sama.

 















BAB III
BAHAN DAN METODE

3.1       Bahan dan metode
            a. ALUMINIUM (Al)
Aluminium (atau aluminum,alumunium,almunium,alminium) ialah unsur kimia. Lambang aluminium ialah Al, dan nomor atomnya 13. Aluminium ialah logam paling berlimpah.

b. BESI (Fe)
Besi adalah logam yang berasal dari bijih besi (tambang) yang banyak digunakan untuk kehidupan manusia sehari-hari dari yang bermanfaat sampai dengan yang merusakkan.

c.      SILIKON (Si)
Silikon adalah suatu unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang Si dan nomor atom 14.

Metode Pembuatan
Casting ( Pengecoran )
Pengecorang merupakan unit yang paling signifikan funsinya di perusahaan.Karena diketahui semua produksi mengambil alur mula dari pongecoran. Pembahasanberikut akan di khususkan poada produk Velg Recing sepeda motor , didasarkan bahwaproduk tersebut menjadi focus utama perusahaan saat in



3.2       Waktu dan Tempat
            Waktu Pembuatan velg mobil tidaklah cepat proses ini membutuhkan macam-macam proses yang tidak sedikit karna dia membutuhkan ketelitian dalam membuatnya. Contohnya proses pembuatan ada seperti Casting (Pengecoran), Peleburan (melting), Proses penuangan.

            Dan tempat yang dibutuhkan pada masing-masing alat haruslah ditelikan karna alat pembuat velg mobil besar dan mudah terbentur saat mesing sedang berjalan.
 


3.3       Bahan Dan Alat
            Pada bahan pembuatan velg mobil proses membutuhkan bahan seperti :
·         ALUMINIUM (Al)
·         BESI (Fe)
·         SILIKON (Si)
·         TEMBAGA (Cu)
·         MAGNESIUM (Mg)
·         CHROME (Cr)
·         SENG (Zn)
·          TITANIUM (Ti)
·         TIMBAL (Pb)
Dan pada alat saat membuat velg mobil proses membutukan alat seperti alat :
·         Mesin Forging
 

·      

   Mesin Casting